Another Source

a

Pages

Monday, November 30, 2009

The Black Cat

Akal yang sakit, lebih parah daripada badan yang sakit.
Dan memikirkan penderitaan menyebabkan keputusasaan.

----------------------------------

Saya Ranti.
Umur 16 tahun.
Kelas 2 SMA boarding school di ibu kota.

Sebelum saya mati,saya akan menceritakan hal ini dulu.
Hal yang menurut saya penting.

Suatu hari saat liburan semester,saya pulang kampung.
Ke rumah yang lumayan besar dan bagus.
Disana saya bercengkrama dengan ibu,ayah,dan adik perempuan saya.

Oh ya,saya mempunyai kucing persia berwarna hitam yang saya beri nama 'Pluto'.
Saya sering bermain dengannya saat liburan.

----------------------------------

Mungkin saya stress karena nilai rapot yang turun 0,25.
Persaingan dikelas sangat ketat.
Guru-guru disana dengan gampangnya memberi tugas yang begitu banyak untuk liburan kali ini.
Belum lagi ayah dan ibu yang dari tadi berantem.
Dan adik saya yang entengnya bernyanyi nyanyi,berteriak.
1 lagi,kucing saya yang tiba tiba masuk ke kamar saya,dimana saya sedang duduk terdiam dipojokan.

Saya mulai geram dengan keadaan dirumah.
MUAK !
Semua tekanan yang ada.
Yang secara tidak langsung menerpa batin saya pada saat itu.

Muka saya berubah pucat.
Lalu tangan saya mengepal dengan kuat.
Ya. Tidak tahan !

Pluto lalu mendekat.
Mengeong.
Sepertinya mengajak saya bermain.
Saya hanya diam.
Menaruh tangan saya di telinga.
Suara Pluto semakin menjadi.
Semakin keras terdengar.
Sudah berulang kali saya teriak "diam!".
Tapi Pluto tetap saja mengeong.

Saya kesal !
Bukan saatnya bermain,bastard !
Saya sedang tertekan !

Tanpa sadar saya mendorong Pluto ke arah tembok.
Dia terjatuh.
Terkapar.

Lalu saya ambil pisau dari dapur (tidak ada yang mengetahui).
Saya tusuk perutnya.
Lalu saya cabik cabik badan Pluto.
Saya congkel mata kanannya.
Hahahahahahahaha.
Puas rasanya !

----------------------------------

Dari sore sampai sekitar jam 7 malam mayat Pluto masih ada di kamar saya.
Kamar yang saya kunci rapat rapat.

Hujan cukup deras di luar.
Kebetulan malam itu ayah dan ibu harus pergi ke rumah nenek.
Nenek disana sedang sakit.

Alhasil saya tinggal berdua bersama adik perempuan saya.

Memanfaatkan keadaan,lalu saya segera membawa mayat Pluto ke luar rumah.
Menguburnya di halaman.
Di tengah hujan deras.
Dan malam yang gelap.

Saat itu kucing adik perempuan saya (berwarna putih) melihatnya.
Lalu dia lari masuk ke dalam rumah.
Menghampiri adik saya yang sedang nonton TV.

Saya geram.
Merasa kesal ada yang tau tentang ini.
Saya bergegas mengejar kucing putih itu.
Mengambil pisau.

Saya menghampiri adik saya yang sedang memangku kucing putih itu.
Arrrggh.
Saya rebut kucingnya dan menunjukkan pisau itu.

Adik saya menjerit.
Menahan saya untuk membunuh kucingnya.
Menarik tangan saya kuat kuat.
Dengan tidak sadar,saya telah menancapkan pisau itu di perut adik saya.

Dan sayangnya kucing putih itu menghilang.

Sadar karena adik saya sudah mati,saya membawanya ke gudang.
Menguburnya di bawah lantai di gudang.

Lalu saya dengan santainya pergi tidur.

----------------------------------

Esoknya saat saya membuka mata,ayah dan ibu sudah ada dirumah.

Mereka heran dan menanyakan keberadaan adik saya.
Saya berbohong.
Saya bilang dia sedang main ke rumah temannya.

----------------------------------

Sudah 1 malam berlalu.
Ayah dan ibu cemas.
Lalu mereka menelpon polisi dan mendaftarkan adik sebagai anak hilang.

Ibu curiga dengan bau (mirip bau bangkai) yang tercium.
Lagi lagi saya pura pura tidak tau.

Karena curiga,ayah dan ibu menggeledah rumah.
Mulai dari depan.
Tengah.
Samping.
Sekarang sampai dibelakang.
Ya,gudang !

Jantung saya berdentum.
Takut jika ayah menemukan mayat adik.

Ayah curiga pada lantai gudang yang sedikit tidak rapih dan bau yang menyengat dari lantai itu.
Ayah menggalinya.
Penasaran ada apa didalamnya.

Ibu bertanya pada saya ada apa disana.
Saya hanya menggelengkan kepala.

Saat ayah sudah selesai menggali,memang tidak ada apa apa disana.
Yeah ! Aku aman !

Kita bertiga kembali masuk ke dalam rumah.
Dan betapa terkejutnya saya ketika melihat mayat adik perempuan saya ada di sofa ruang tengah.
Dan dia sedang memangku kucing hitam dengan mata tercongkel sebelah (Pluto).
Ya. Pluto hidup !

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...