Another Source

a

Pages

Wednesday, December 22, 2010

hello

well, udah lamaaaaaaaaaaaaaa............ banget ga ngepost lagi disini. hehe :D
suer deh kangen banget -,-
kayanya udah berapa abad gitu yaa ga mampir kesini.
jangan bulukan dulu yaa blog... :)

akhirnya lega juga bisa masuk kesini setelah tadi sempet ga bisa dibuka blognya sampe ganti password.
untung masih inget jawaban pertanyaan keamanannya hehe :D

..........................................................................................................................................................................

bingung mau cerita darimana. (lagi-lagi gitu ngelesnya)
abis sibuk banget jadi jarang ngeblog lagi.
maklum lah sekarang saya udah kelas tiga.
InsyaAllah kalo udah kuliah mah ntar saya ngeblog lagi deh hehehe :D

buat yang kangen sama saya, nih ada foto saya waktu pas study tour. wkwk :p

....................................................................................
haduh, mau cerita apa lagi ya? ah.. ga ada inspirasi ahahaha :p
yaudahlah.
bye..
^^

Monday, August 30, 2010


Assalamualaikum.

sukron buat pembaca (a.k.a fans saya) LOL
udah lama saya gak ngepost di blog.
maklum, hp saya rusak ga bisa nyala dan sekarang saya pake hp yang HSS (Hp Standar Smanda) dimana hp tersebut NCNI (No Camera No Internet).
jadi yaa ga bisa ngepost lagi. hehe (ngeles)

jujur saya emang udah kangen buat nulis di blog, tapi apa daya emang sekarang saya jarang online. belum lagi sibuk sama sekolah yang bisa dihitung tinggal beberapa bulan lagi saya jadi siswa smanda :(

..............................................

ga tau mau mulai cerita lagi darimana, yang jelas beberapa bulan ini benar-benar bulan yang indah (agak nyerempet dikit kaya puisi LOL)
mulai dari saya naik kelas XII, sekelas sama temen-temen yang WAH, melalui berbagai macam debate competition, diundang gubernur, talkshow di rctv, masuk radar, ketemu sama anak-anak OSN jabar, punya guru-guru baru (guru kelas XII yang luar biasa),perjalanan hati yang benar-benar mengharukan hahaha, sampai pada bulan Ramadhan yang benar-benar beda dari tahun kemarin.

mungkin saya cuma bisa bahas poin yang terakhir.
ya, Ramadhan tahun ini memang sangat berbeda buat saya.
selain memang adanya perubahan fisik (jadi pake kacamata), Ramadhan kali ini saya menjadi lebih dekat dengan Islam.
kalau tahun-tahun sebelumnya saya akui saya itu bisa dibilang 'masih cetek ilmu tentang Islam', namun kali ini saya sedang terlena untuk belajar Islam lebih dalam.

Alhamdulillah semua pihak mendukung. tiap hari inbox saya karena dapet sms dari Luky Kadiamarta. bukan sms ala anak muda, tapi sms tausiyah. sekarangpun saya dan Septi (teman sebangku saya) sedang berusaha untuk menjadi muslimah sejati. hehehe

Minta doa semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Amin.

Sukron.



ps: na'am kalo saya jarang ngepost lagi. ^^

Saturday, April 10, 2010

Bentuk Tangan Related Sama Karakter Kalian

Saya emang tertarik banget sama dunia intelligent.
Dunia detective gitu hehe
Maklum,keturunan.
Kakek saya itu Sherlock Holmes, papah saya Yusaku Kudo, mamah saya Yukiko Kudo, dan kakak saya Shinichi Kudo. Hahahaha :D

***

Intinya mah disini saya mau ngasih info intelligent gitu hehe
Dengan menelaah (halah bahasanya :p) bentuk tangan kita,bisa tau karakteristik kita gitu.

Percaya ga percaya juga sih.
Hehe
Cobain aja deh :D

***

Tangan kecil. Bentuk tangan ini menunjukkan bahwa tangan yang kecil menunjukkan bahwa pemiliknya memiliki jiwa yang hidup. Dalam dirinya terdapat intuisi yang kuat oleh karenanya hidupnya tergantung pada hal tersebut. Tangan jenis ini sangat menyukai berbagai jenis petualangan baik dalam cinta, petualang alam dan petualangan yang lain. Karena dia suka mengambil resiko dan yang jelas ia sangat sadar pada pengalaman. Sehingga pengalaman di masa lalunya selalu menjadi pemicu semangat untuk berani dalam mengambil tindakan dan keputusannya di kemudian hari.

Tangan besar bisa menggambarkan pada kemampuan analisis, dalam setiap tindakan mengedepankan analisis 'sebab akibat' yang akan ditimbulkannya. Hal tersebut didukung dengan konsentrasi yang tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari orang ini selalu memperhatikan hidupnya dengan penuh analisis.

Tangan Tebal menggambarkan bahwa pemiliknya merupakan orang yang suka bekerja keras membanting tulang. Sudah pasti energinya sangat besar untuk melakukan pergerakan.

Tangan Tipis bisa menggambarkan jiwa seseorang yang sangat sensitif, tapi mereka bisa sangat mudah merasa lelah karena tidak memiliki energi serta daya dorong. Untuk itulah orang yang memiliki tangan tipis sangat cocok ditempat yang sunyi merenung dan menghimpun tenaga dari tempat sepi ini.

Tangan Persegi menunjukkan bahwa dalam melakukan apapun harus tegas dan ada penekanan. Dalam sebuah diskusi orang dengan tepapak tagan seperti ini pasti akan mengutamakan penekanan atau melihat garis bawah. Menghadapi orang yang memiliki tangan persegi harus tegas, sebelum dia melakukan hal itu kepada anda.

Tangan Bundar menunjukkan bahwa dirinya cukup hangat, menarik, riang dan dalam melakukan segala sesuatu cenderung selalu optimis. Biasanya mereka memiliki banyak teman karena mudah bergaul.

Tangan lancip memiliki sikap kepeloporan. Orang yang memiliki tangan lancip selalu tidak puas dengan apa yang ada sehingga hidupnya dihabiskan untuk melakukan petualangan. Biasanya kepuasan menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Tangan Pendek memiliki sifat yang mampu menyesuaikan dirinya. Sehingga dalam kondisi krisis orang semacam ini sangat mampu menjadi tipe seorang penolong, kemampuanya dalam menyesuaikan diri hingga membuat ia dapat mengambil keputusan dengan cepat.

Tangan Keras, biasanya memiliki kekuatan fisik dan kekuatannya mampu menahan stres yang begitu tinggi. Sehingga mereka sangat mampu bekerja dibawah tekanan yang tinggi dan cocok bila menduduki tampuk kepemimpinan.

Tangan Lunak sangat sesuai dengan kepribadiannya yang ramah tamah sehingga orang yang berada di dekatnya selalu simpatik terhadapnya. Tapi ada kelemahan dari orang yang memiliki tangan lunak yaitu tidak pernah bisa mengatakan tidak. Cobalah belajar untuk mengatakan tidak kepada orang lain agar tidak menjadi beban.

Tangan Halus menunjukkan sensitifitas, kekuatan yang di milikinya adalah pada sentuhan emosional dan mental dengan mengasah kemampuan ini akan mampu melumpuhkan lawan, tangannya yang halus akan sangat menyukai pada sentuhan kemewahan, senang membaca novel dan hal-hal yang berbau romantis dan ke-glamouran.

Tangan Sedang mampu menunjukkan kegigihan, memiliki hubungan sosial yang baik sehingga memiliki banyak teman. Hal ini membuat dirinya memiliki sifat yang terbuka dan fleksibel.

Tangan Kasar mampu menunjukkan bahwa dirinya memiliki ketahanan fisik yang tinggi. Untuk menyalurkan energi yang dimilikinya, dibutuhkan sebuah kegiatan fisik yang menantang dirinya.

Tangan Merah Muda menggambarkan pada kebahagiaan yang dirasakan oleh si pemiliknya. Jika berwarna merah muda maka bisa dipastikan orang ini adalah orang yang energik mempunyai semangat tinggi.

Tangan Pucat bisa menunjukkan keadaan tubuh yang kurang fit, atau bisa juga menggambarkan orang yang memiliki tipe ini cenderung mudah lelah saat melakukan sesuatu.

Tangan Bercak, biasanya menunjukkan dirinya memiliki sifat tertutup sehingga banyak hal yang harus dipendam dalam hatinya. Apabila anda ingin mengetahui apa isi hatinya, memang tidak mudah karena ia membutuhkan waktu yang panjang untuk berpikir tentang apa yang akan diutarakannya. Biasanya orang yang memiliki tangan banyak bercak lebih cenderung senang bermimpi lho.

Thursday, April 8, 2010

UNTITLED (3)

Dia mempunyai postur tubuh yang sama seperti lelaki yang aku temui dimimpiku. Memakai baju abu- abu. Jam tangan ditangan kiri. Dan kacamata bingkai abu- abu. Sebenarnya siapa dia?! Mengapa dia mirip sekali seperti laki- laki dimimpiku, walaupun aku belum terlalu jelas melihat wajahnya.
Sepertinya dia sadar aku memperhatikannya. Dia menoleh dan mulai berjalan kearahku. Ahh.. Perasaan ini, hawa ini sama seperti hawa dimimpiku. Dan seperti kronologis dimimpiku. Ia berhenti disampingku. Yang berbeda adalah dia membuka mulutnya dan mengucapkan “hai”. Aku menatapnya. Dia juga menatapku. Jelas sekali aku melihat wajahnya. Matanya seperti masuk dan mengalahkan egoku untuk tetap menjadi gadis dingin. “Mhadizqa” ucapnya dengan senyum dan lagi- lagi aku melihat lesung pipi seperti dimimpiku. Aku kaget. Mengapa dia bisa tahu namaku? Padahal bertemu saja baru sekarang. Ya, selain dimimpiku. “Tau dari mana namaku?” tanyaku agak dingin. Lalu ia berbisik tepat ditelingaku “aku kan detective”. Dan ia pun berjalan santai meninggalkanku, meninggalkan perpustakaan. Arrgghhhh!!!!!! Dia mencuri kata- kataku. Kata- kata yang sering aku ucapkan pada teman- temanku.
Aku hanya berdiri termenung. Lelaki itu tahu namaku. Tahu kebiasaanku berkata seperti itu. Siapa laki- laki itu? Egoku menjadi seorang detective tertantang. Tertantang untuk menyelidiki siapa dia. Dan membuat satu sama. Bukan satu kosong seperti ini. Mood ku mencari buku tentang palmistry berkurang. Aku kembali ke meja tanpa satu buku pun. Otakku terus berfikir tetang laki- laki itu. Siapa? Siapa? Dan siapa?


SKIP>>>>>>>>>>


Malam ini, aku tidak memimpikan laki-laki itu lagi. Tak tau mengapa rasanya sangat tertarik dan penasaran dengan lelaki itu. Arrrgh! Lagi- lagi pertanyaan yang timbul adalah, SIAPA DIA? Kurasa aku tak pernah melihat dia sebelumnya dikampus. Huh.

Pelajaran dimulai. Huaaahh…. Begitu membosankan karena dosennya yang kaku. Maklum sudah tua. Aku menatap sekelilingku. Semua sedang asik sendiri. Ada yang ngobrol, pakai headset, main game di PSPnya, sms-an, dan lain- lain. Mungkin dari tadi hanya aku yang memperhatikan dosen itu walau dengan terkantuk. Ahh! Tapi ada satu murid lagi yang sepertinya memperhatkan. Dia Queena. Cewe popular dikampusku. Cantik, pintar, kaya, ramah, dll. Mungkin banyak yang bilang dia perfect. Tapi ntah mengapa aku agak kurang suka dengannya. Tidak mengerti alasanku.
Queena terlihat cantik dan fresh setiap hari. Ia sepertinya tak pernah terlihat sedih. Selalu ceria dan tersenyum pada semua orang. Tak heran semua cowok yang melihatnya langsung melempar senyum. Ahhh. Queena memang jago membuat cewek sekampus cemburu. Tapi TIDAK untukku. Ya, karena aku tidak peduli dengannya. Benar- benar hambar. Tak sedikitpun aku mengamatinya atau menyelidikinya. Lagi- lagi aku tak tau alasanku mengapa.
10 detik aku melihat Queena, dia menengok kearahku dan melemparkan senyum manisnya. Terpaksa aku balas. Lalu aku buang muka dan melanjutkan memperhatikan dosen yang dari tadi cuap- cuap didepan.

Pelajaran selesai. Dan seperti biasa, kakiku berjalan dengan sendirinya menuju perpus. Hmm.. Tak tau apa tujuanku. Udah gak mood belajar palmistry. Aku justru teringat lelaki yang kemarin! Arrgh!

Tak lama kemudian, dari kaca perpus, aku melihat Queena berjalan melewatiku. Disebelahnya! Lihat disebelahnya! Seorang cowok lumayan tampan dengan kacamata bingkai abu- abu, sweater hitam dan...
ARRGGHH.. !!
Dia lagi!

UNTITLED (2)

Plajaran selesai. Jam pulang. Seperti biasa. Aku tidak pernah absen mengunjungi lorong sepi di ujung belakang kampus dan perpustakaan. Tempat favoriteku. Dan seperti biasa juga. Aku berjalan sendiri. Mungkin bisa dibilang aku tidak punya teman. Hmmm. Bukan tidak punya. Tapi aku lebih senang sendirian. Mungkin karena aku selalu tau apa yang mereka lakukan, mereka mau, mereka maksud, dan sebagainya. Karena aku, walaupun aku sendiri, aku mengamati mereka dari sepi. Menelaah sifat satu per satu. Mencari tau tentang apapun. Walau hanya dari kejauhan dan sepi.
Bisa dibilang aku cuek. Cuek karena aku sudah tahu semuanya. Semua yang mereka pikirkan. Kalau ada yang bilang aku cuek, justru 180 derajat dari itu. Aku sangat- sangat perhatian. Sampai- sampai menyelidiki semua orang yang kenal denganku. Ya. Aku keranjingan dunia intelligent. Dunia yang membuat aku seperti sekarang. Selalu mengetahui apa yang orang lain kira aku tidak tahu. Dan ketika mereka bertanya “Koq tau sih???”. Dengan dinginnya akan ku jawab “aku kan detective” disertai senyum sinis. Hahaha. I love my world!
Kembali pada perpustakaan. Aku membuka pintunya dan masuk. Memberikan senyuman pada Mba Vin. Penjaga perpus yang sudah lama aku kenal. Keadaan perpus sepi. Hanya ada dua orang yang sedang duduk membaca. Dan kurang dari empat orang yang sedang sibuk memilih buku. Hmm. Perpus bagiku itu basecamp. Aku bisa melakukan apapun yang aku suka disini. Mengintai orang melalui laptopku. Membaca sampai mataku pusing. Mengerjakan PR. Bahkan pernah aku numpang tidur disini. Hehehe. Tenang saja. Mba Vin sudah akrab denganku. Jadi tak ada halangan untuk melakukan apapun di perpusku tercinta ini.
Aku menaruh tas dan laptopku di meja. Dan beranjak berburu buku tentang palmistry. Ilmu yang mempelajari tentang membaca garis tangan. Entah kenapa dibenakku terlintas materi itu. Bukan bermaksud ingin menjadi dukun, peramal atau sebangsanya. Hanya ingin tahu saja. Mataku berputar putar di salah satu rak buku. Sepi. Dilorong rak buku ini sepi. Seperti hanya aku saja. Dan suasananya seperti yang terjadi dimimpiku. Sepi dan sendiri. Mataku menelaah setiap buku dirak itu. Membaca satu per satu judul buku.
Ada derap kaki berjalan kearah lorong rak buku dimana aku berada. Dan ternyata benar. Seorang lelaki yang sepertinya seumuran denganku berjalan dan berhenti di ujung rak buku. Tak dapat kulihat jelas. Aku menoleh hanya untuk satudetik dan kembali melanjutkan mencari buku tentang palmistry. Tapi di detik ke tiga aku mencari, wajahku kembali menoleh dan terperanjat melihat lelaki itu.

Wednesday, April 7, 2010

UNTITLED

lagi iseng-iseng buka laptop,nemuin cerpen yg dulu saya tulis.
tersimpan rapih di folder rahasia wkwkwk
tapi masih belum ada judul dan masih bersambung.
hihi :p

***

Hujan yang lumayan deras turun. Aku berjalan memegang erat payung hitam. Tak tau mau kemana. Hanya mengikuti arah hati. Beberapa saat. Aku berhenti disebuah jembatan. Jembatan yang tak ku kenal pasti. Samar. Hujan masih menemani. Sendiri. Aku disana hanya sendiri. Entah kemana khalayak ramai. Mungkin takut terkena derasnya hujan kala itu. Aku berdiri di jembatan itu. Menghadap kearah sungai yang arusnya menjadi deras karena hujan.
Tak tau mengapa tiba- tiba air mata menetes dari mata sayu ini. Aneh. Mungkin mata ini sudah tak tahan dengan semua masalah dihidupku. Semakin deras. Bukan hanya hujan yang semakin deras. Tapi air mataku juga. Sendu ini, tak bisa kugambarkan. Dilema. Masalah hati, keluarga, sekolah, dan semua menjadi satu. Mendobrak egoku untuk tetap menjadi perempuan yang kuat dan dingin.
Tiba- tiba saja. Lelaki paruh baya, yang sepertinya seumuran denganku berjalan kearahku. Hanya ada kita berdua ditempat itu. Ia mendekatiku. Sempat tak perduli dengannyauntuk beberapa detik. Sampai akhirnya ia berhenti dan berdiri disampingku. Sengaja aku lap air mata yang ada dipipiku. Lagi- lagi egoku datang. Tidak mau dilihat lemah dihadapan orang, apalagi lelaki.
Lelaki yang seumuran denganku. Memakai sweater abu- abu. Kacamata berbingkai abu- abu. Celana jeans. Sendal standar untuk anak muda. Jam tangan di tangan kiri. Dan payung abu- abu ditangan kanan. Bisa kusimpulkan bahwa lelaki ini menyukai warna abu- abu. Wajah manis. Kulit tidak hitam juga tidak putih. Hidung lumayan mancung. Rambut standar. Bibir merah. Merah yang agak tak wajar untuk seorang anak laki- laki. Bukan terlihat seperti memakai lipstick. Tapi terlihat seperti bibir bayi.
Aku menoleh. Menelaah dia. Melihatnya dengan seksama. Tetapi dia diam saja. Pandangannya lurus. Mulutnyapun seakan terkunci. Hanya diam. Kita berdua disana diam. Dan saat aku mulai terjerembab untuk memperhatikannya. Ia menoleh kearahku dan memberi senyum simpul untukku. Lesung pipinya indah. Zzzzz. Tiba- tiba saja buram. Seperti ada kabut yang datang untuk menggangguku. Arrrgghhhh……
Kriing…kring…kriing… suara jam bekerku. Tepat pada jam 05.00. Ya. Ternyata mimpi. Mimpi yang aneh. Wajah lelaki itu masih terbayang. Juga senyum simpul dengan lesung pipi yang menutup pertemuan kami. Tak tau apa maksud dari mimpi itu.

Wednesday, March 24, 2010

"Kisah Perjalanan Cinta yangg Mengharukan.."

saya copas tulisan ini dari note yang teman saya tag ke saya.

***

Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

***

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

***

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.

“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

”Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.

***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku
save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ”Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

***

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”

“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”

***

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

=====================================================

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?

Aku dihina oleh mereka ayah.

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan
ibunya..

Aku tak mau sakit hati lagi.

Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..

Engkau Maha Adil..

Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.

Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.

Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.

Aku harus sadar diri.

Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?

Ayah.. aku masih tak rela.

Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.

Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.

Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.

Sebelum ajal ini menjemputku.

Ayah.. aku kangen ayah..

=====================================================

Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.

Bunda akan selalu hidup dihati ayah.

Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.

Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.

Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?

Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

:) syukron ya udh d baca..

Sunday, March 21, 2010

iseng hehe

Muslimah itu anugrah terindah dunia.
Ia lembut namun tidak lemah.
Mempesona namun tetap bersahaja.
Ia tahu bagaimana menjaga izzah dirinya.
Itulah yang membuatnya istimewa dibandingkn dengan wanita lainnya.
Ilmuny telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia.
Semoga itu adalah kamu, aku dan kita smua..
aamin.

Tuesday, March 2, 2010

MENGHARGAI

Halo kawan udah lama nih saya ga posting :p hehe
Sekarang lagi punya bahan nih jadi posting.
Walaupun dengan kondisi hp yang mengenaskan (tombol keypadnya copot 6 biji ) huhu

Udah deh kangen kangenannya,sekarang langsung deh cao ke isi posting ini.






Kalo kita punya sepatu,yang emang kita suka,ibaratnya sepatu kesayangan deh.
Lama lama kita pake tu sepatu jadi bosen juga,eh rusak juga akhirnya sepatu.
Terus kita beli yang baru deh.
Yang lebih bagus segala-gala.
Kalian apakan sepatu LAMA itu?
Dibuang? Disimpen? Diperbaikin? Atau gimana?

Sama halnya dengan TEMAN.
Mungkin sering banget denger ini 'HABIS MANIS SEPAH DIBUANG'.
Ya emang kebanyakan gitu kan?
Kaya PERMEN KARET !
Awalnya aja manis,semua berbagi,dll.
Akhirnya jadi racun yang mematikan deh.

Tolong deh buat semua yang pernah MENCAMPAKAN teman atau sahabat lamanya dan sekarang BERGELUT ke teman baru yang emang lebih baik,
HARGAI PERASAAN TEMAN KALIAN !!!

Sunday, February 7, 2010

repost iseng (versi sudut pandang cowo)

Kami Para Lelaki Juga Sebenarnya Tahu


Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan. dan yang harus kalian tau, kami selalu bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi! hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa, dan sungguh kami akan kembali mengerjakan itu untuk kalian. semua hanya karena kalian.

Kami pun tau bahwa ketika kalian hanya diam dan memperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar. tapi kami tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan "jadi maunya gimana?". kami akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami. sungguh, semua hanya karena kalian.

Kami sebenarnya pun tau. bahwa kalian senang jika kami menulis kata-kata romantis seperti di film-film korea yang kalian tonton. kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu terjadi dalam kehidupan kalian? (ya kan?). tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, kami tidak melakukan itu untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan-angan kalian, untuk melihat kalian tersenyum. sungguh, semua hanya karena kalian.

Kami pun tau, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata-mata kami tampan. ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan. bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak, tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian. dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di depan kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan. sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian. dan ketika kami datang kerumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada kesehatan kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Kami pun tau kalian menilai kami minus ketika tau kami merokok, dan ketika itu juga kami berusaha menghilangkan kebiasaan kami. ketika kami tidak berhasil, maka kami akan berusaha menguranginya. menghilangkan kebiasaan itu sedikit demi sedikit. namun ketika tidak berhasil juga maka kami tidak akan merokok di depan kalian. namun, ketika kalian terus menekan kami, maka dengan sangat terpaksa kami akan berbohong pada kalian, walaupun kami tau hal itu salah. namun itu kami lakukan hanya untuk membuat kalian nyaman di samping kami. sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Kami tau, kalian kesal ketika kami mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman-teman kami. tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian, karena kami ingin mengetahui kabar kalian. dan tahukah kalian? sebelum kami bermain game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia! atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu kami lakukan hanya karena kami ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat. kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika kami mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian. tidak peduli teman-teman kami bersorak sorak menggoda kami. sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang, atau makan. kadang kami akan bersikap tak peduli. namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalas dengan kata-kata "iya, kamu juga ya", maka kami benar-benar tulus mengatakannya. sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian. dan ketika kami memberikan barang milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum itu yang menghidupkan hidup kami! sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Dan ketika kalian bersedih, lalu kami melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu. maka kami sungguh tidak bermaksud memperkeruh suasana, kami ingin melihat kalian kembali tersenyum. hanya itu. dan ketika kalian melihat kami dengan pandangan tidak suka, maka ketika itu kami sungguh merasa bersalah. jalan terakhir yang akan kami lakukan adalah meminta maaf. berharap itu dapat sedikit mengurangi beban kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Sejujurnya kami tidak menyukai pujaan hati kami menangis. sungguh itu membuat kami bingung setengah mati! maka tolong jangan salahkan kami, ketika kami meminta kalian berhenti menangis. namun kami pasti akan mendengarkan apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah, kami akan tetap disamping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depan kami. maka, kami akan membawa kalian masuk ke rumah dan pamit pulang pada ayah ibu kalian. dan tunggulah, maka kami akan menelepon kalian keesokan harinya untuk menanyakan kabar kalian. atau datang ke rumah membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi. sungguh, itu hanya karena kalian.

Bagi kami, kalian tetap yang tercantik! ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? atau baju kalian yang mulai tidak cukup? maka dalam hati kami tertawa. namun yang keluar dari mulut kami hanya senyuman. kami akan berkata tidak, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mata kami kalian tetap paling indah! karena kami sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia. kami mempunyai peri kecil yang selalu ada di samping kami. ya! itu adalah kalian. mengertilah, sungguh itu hanya karena kalian.

Ketika kalian berkata baik-baik saja, maka kami akan tersenyum dan berkata, "ok, kalo ada apa2 bilang ya". karena kami tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan pada kami, dan tanpa kalian minta kami akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar-benar baik-baik saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka kami tidak akan mencari tau lagi. karena kami berharap kalian cukup mempercayai kami untuk menceritakan semuanya. bukan karena kami memaksa kalian. sungguh, itu semua hanya karena kalian.

Dan ketika kalian membutuhkan kami, yakinlah bahwa kami akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan "tidak usah" pun, kami akan selalu ada di samping kalian. karena kalian adalah orang yang kami sayangi, percayalah! sungguh, semua itu hanya karena kalian.

Jika kami sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri kecil kami, setidaknya itu yang kami pikirkan saat itu.
Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati kami dan meninggalkan kami, kami mungkin akan marah. tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika kami benar-benar telah memilih kalian untuk menemani kami, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hati kami sudah kalian tulis menjadi ruangan kalian, maka ketika kami mempunyai kekasih yang lain, maka mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang, dan pergi pada sisi itu. ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian kembali untuk kami.

Tapi tolong, jangan khianati kami dengan lelaki yang lain! karena itu akan sangat menyakitkan untuk kami! Dan maaf, kami mungkin akan meninggalkan kalian selamanya.

Saturday, February 6, 2010

ipa 2 in action





iseng nih masukin foto-foto sama anak ipa 2. hehe. tapi baru sedikit nih yang ta masukin. hehe

CLOUD
























lagi hobby motoin awan nih. hehe ^^
tiada hari tanpa awan ^^
tapi sayang ga bisa ta upload semua foto-foto awannya.
terus juga ini fotonya ada yang belum dibalik viewnya. hehe

enjoy, guys..

Thursday, January 28, 2010

Just Share

Apa yang anda pikirkan maka akan menjadi perkataan,
apa yang menjadi perkataan akan menjadi perbuatan,
apa yang menjadi perbuatan akan menjadi kebiasaan,
apa yang menjadi kebiasaan akan menjadi karakter.

--------------

Kesehatan,mungkin adalah juru kunci untuk 'hidup'.
Hidup dalam artian bernafas,beraktivitas,jasmani maupun rohani.
Tanpa sehat,mustahil kita bisa beraktivitas di hari-hari kita.

Apalagi untuk belajar,berdiripun pusing,makan tidak enak,berjalan apalagi.
Yang dirasa hanya pusing,dan 'kesakitan'.

Kenapa kita sakit? Ada yang bilang,sakit itu peringatan Tuhan,dan cobaan dari-Nya.
Jika ditinjau dari segi kesehatan.
Semua penyakit datang dari antibodi yang melemah.
Kenapa melemah?
Salah satu penyebabnya adalah makanan.
Jika kita makan teratur dengan porsi 4 sehat 5 sempurna,sudah tentu antibodi akan bekerja dengan baik.
Tapi jika kita tidak makan dengan teratur terlebih kita memakan makanan yang termasuk 'junk food',makanan tidak sehat,sudah pasti antibodipun tidak akan bangkit.

Ayo dong, demi kesehatan.
Biasakan makan makanan dengan porsi seimbang 4 sehat 5 sempurna dengan teratur. Lebih komplit kalau disertai minum vitamin.
Antibodi jadi semangat ngejaga kita kalo kita juga semangat makan teratur. ^^

Oya,jangan lupa sarapan setiap pagi,ya ! ^.^d

Salam sehat ! ^^d

Tuesday, January 26, 2010

iseng-iseng 'ga berhadiah'

hehe
iseng-iseng ahh mau copas ginian.
sekali-kali.
hehe
-----------------------------------------------------------


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)
Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

Wednesday, January 20, 2010

Me*bongkar G*rita Ci*eas


ngaaaahhhh....
-_____-
banyak fans yang request postingan nih..
hihi
Saya sadar ko saya banyak fansnya (narsis.red)
^^

Oke deh langsung aja laaah.
Postingan ini didedikasikan buat fans saya yang ngerequest judul diatas.


Mungkin beberapa minggu kemarin sempet booming banget nih buku+masalah dibaliknya.
Seketika buku ini jadi yang paling 'dicari' dipasaran karena langka otomatis harganya naik sampe 5ooribuan lebih.

Ada apa sih sama buku ini?
Pasti udah pada tau dong skandal kenapa buku ini kontroversial?
Tak lain adalah buku ini memaparkan dana-dana yang simpangsiurnya ribet banget deh.
Pokoknya intinya mah 'menjatuhkan' dem*krat a.k.a S*Y's party.

Awalnya sempet bengong ngeliat si penulisnya dengan yakin bilang kalo "Ant*ra nerima dana kucuran dari bank c*ntury" tapi emang sih yang pihak antaranya juga ga bisa jawab 'ya' atau 'tidak' dengan tegas.
Jadi bingung juga sih yang mana yang bener dan salah.
Yang mana yang bohong dan jujur.

Tapi terus ngedenger berita kalo si penulis (yang sengaja saya sensor namanya)emang sering bikin biografi-biografi presiden gitu dan emang dibuat kontroversial.
Jadi curiga juga ada apa dibalik pembuatan buku ini?
Feeling saya sih si penulis emang mau bikin nih buku kontroversial jadi harganya bisa naik. hihi :D

Katanya mah si penulis dituntut buatbikin edisi yang revisinya.
Tapi ga tau juga gimana sih perkembangannya?
Kasus ini booming terus ngilang gitu aja.

So complicated.
Dunno who is angel and who is demon behind this.

Angka 3 sebagai pengganti angka 15

Mungkin jaman sekarang emang udah ga 'musim' lagi tentang angka sial atau apapun.
Semua nganggep sekarang udah modern dan ga ada lagi yang begituan.
Tapi bagi sebagian orang,ada rasa 'percaya ga percaya' sama begituan.
Salah satunya saya,dan temen sekelas saya.
------------------------------------
Udah 2 tahun dihadepin kaya beginian.
Waktu kelas 1, saya dan teman teman-teman saya menganggap bahwa tanggal 15 itu tanggal sial dan keramat.
Kenapa?
Awalnya karena telat dateng ke lapangan untuk olahraga,kami dimarahi oleh guru olahraga(padahal bukan guru olahraga kelas kami).
Beliau menghukum kami lari dan scout jump.
Dan beliau juga mengatakan kami, 'ta* pedut'. (in memorian 15th mei 2008)
Sejak saat itu,setiap tanggal 15,kami mendapat musibah.
Mulai dari, ada anak yang tidak sengaja memecahkan pipet di lab biologi,anak yang hpnya rusak,dll lah banyak pokoknya.
Percaya ga percaya sih..
Tapi ko lama kelamaan jadi nempel gitu tanggal 15 pasti ada 'kejadian'.
hihi...
Inget banget penutupan tanggal 15 itu, waktu pas mau naik kelas dua.
Satu angkatan di push up.
Oh god, ko bisa pas gitu?
Sampe akhirnya naik kelas dua dan tanggal 15 itu udah ilang.
------------------------------------
Masuk kelas dua sih ga pengen ada kaya begituan lagi.
Abis kan ga percaya ahh. Itu cuma mitos doang. hehe
Eh ternyata sekarang angka 3 'sepertinya' bakal jadi pengganti angka 15 itu.
huh.
Belum banyak kejadiannya sih, tapi cukup buat menarikkesimpulan kalo 'jangan-jangan' ada apa-apanya sama angka 3. T.T
Mulai dari tugas karya ilmiah bahasa Indonesia yang waktunya 3 bulan.
Tugas senam olahraga yang waktunya 3 minggu.
Sampe anak yang duduk ketiga dari pojok juga kena hal 'aneh' lainnya.
hmmmm....
ga ahh ga percaya ko.
Semoga angka 3 ga jadi penggantinya angka 15.
Amin

Thursday, January 7, 2010

2010 ON FIRE !!


ngeliat orang orang pada bikin (ntah itu) notes,postingan,atau apapun yang isinya kenangan 2009 dan harapan di 2010,saya jadi ngiri. wekeke. xp

selain itu sudah ada 2 orang yang minta saya nulis lagi di aptx (berasa penulis terkenal.red). hahaha

------------------------------------

2010 kudu on fire !
bukan malah expire !
sipp sipp.

------------------------------------

mulai dari kenangan 2009 deh.
hmm.
lupa. *dijitakin penggemar* xp
ada apa aja yaa.
hmm.
hmm.
seingetnya aja.

1. Sekolah : mulai udah jadi anak kelas 2. tapi ga tau kenapa masih main main aja belajarnya. dan dapet kelas yang (jujur) saya ga suka. lalu harus beradaptasi dengan 30 watak berbeda juga dengan guru yang sangat jauh berbeda dengan kelas 1. bangunan sekolah dirombak. penempatan cctv,proyektor. juga dibangunnya gazebo dan aula. masalah jam siang yang booming pendemoan. sampe pohon disekitar smanda yang ditebang. banyak event seperti hut pmr,pramuka,pensi. bangkitnya ekskul jurnalis dengan terbitnya SIM (smanda in magazine)
dll *menyusul*
# harapannya,semoga saya bisa niat bener bener buat sekolah tanpa ngeliat kelas,guru,mapel. semoga saya dibukakan hatinya untuk lebih bisa bangkit menggebrak sekolah saya. semoga smanda tetep jadi sekolah nomor 1 dicirebon. semoga smanda bisa dapet SBI. semoga anak smanda semakin berkualitas. AMIN.

2. Nilai : gamau banya komen tentang hal ini. yang pasti selama duduk di kelas 2, (mungkin karena saya masih malas belajar dan juga masih adaptasi penjurusan) nilai saya anjlok dan turun. walaupun sebelumnya pada semester 2 kelas 1 ada sedikit peningkatan.
#harapan,PASTI, berharap nilai bisa ada kemajuan. semoga ada keajaiban yang bikin nilai mtk,fska,kimia,biologi jadi bagus. semoga saya bisa tetep berdiri buat bertahan. AMIN.

3. (debate.red) : alhamdulilah di th 2009 banyak banget pengalaman yang udah didapet dari debate. mulai dari upi,phyxius,debate kota,dll (lupa). ngalamin cobaan haikal kecelakaan jadi team goyah trus digantiin wandi. mulai kudu ngebimbing anak kelas 1. dan lebih merasakan 'i love debate'. walaupun kadang suka males kalo udah lama ga pemanasan.
#harapan,semoga isdc bulan feb nanti saya ga malu maluin. setidaknya jabar masuk 3 besar gitu. AMIN. trus juga semoga saya bisa bawa bendera smanda di event lainnya. :) AMIN

4. Seorang SAYA :
an angel and a devil. masih banyak banget malesnya nih. ntah itu buat belajar atau bantu bantu mamah. masih suka berantem sama dua bocah itu. rebutan ini itu. masih jadi tukang 'CUEK' dirumah. masih sering manggil 'mba.. buku aku yg blablabla mana..', 'mba.. bajunya udah disetrika belum', 'mba.. tolong cariin blablabla'. dan masih belum mencari pahala untuk bekal. masih banyak main main.
#harapannya,pasti minta SAYA dijadikan lebih baik. terhindar dari hal negatif. dan lebih didekatkan kepada-Nya. AMIN.

apa lagi yaa?
hmm. *mikir*

------------------------------------

YANG PASTI TAHUN 2010 INI HARUS BANGUN. GABOLEH TERUS TERUSAN DUDUK LEMAS DIPOJOKKAN. HARUS BERBENAH DENGAN RAPIH KARENA MEDAN MULAI MEMANAS.
#harapan, AMIN AMIN AMIN

YAP YAP.
2010 HARUS ON FIRE !
BUKAN MALAH EXPIRE !
^^