Another Source

a

Pages

Saturday, April 10, 2010

Bentuk Tangan Related Sama Karakter Kalian

Saya emang tertarik banget sama dunia intelligent.
Dunia detective gitu hehe
Maklum,keturunan.
Kakek saya itu Sherlock Holmes, papah saya Yusaku Kudo, mamah saya Yukiko Kudo, dan kakak saya Shinichi Kudo. Hahahaha :D

***

Intinya mah disini saya mau ngasih info intelligent gitu hehe
Dengan menelaah (halah bahasanya :p) bentuk tangan kita,bisa tau karakteristik kita gitu.

Percaya ga percaya juga sih.
Hehe
Cobain aja deh :D

***

Tangan kecil. Bentuk tangan ini menunjukkan bahwa tangan yang kecil menunjukkan bahwa pemiliknya memiliki jiwa yang hidup. Dalam dirinya terdapat intuisi yang kuat oleh karenanya hidupnya tergantung pada hal tersebut. Tangan jenis ini sangat menyukai berbagai jenis petualangan baik dalam cinta, petualang alam dan petualangan yang lain. Karena dia suka mengambil resiko dan yang jelas ia sangat sadar pada pengalaman. Sehingga pengalaman di masa lalunya selalu menjadi pemicu semangat untuk berani dalam mengambil tindakan dan keputusannya di kemudian hari.

Tangan besar bisa menggambarkan pada kemampuan analisis, dalam setiap tindakan mengedepankan analisis 'sebab akibat' yang akan ditimbulkannya. Hal tersebut didukung dengan konsentrasi yang tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari orang ini selalu memperhatikan hidupnya dengan penuh analisis.

Tangan Tebal menggambarkan bahwa pemiliknya merupakan orang yang suka bekerja keras membanting tulang. Sudah pasti energinya sangat besar untuk melakukan pergerakan.

Tangan Tipis bisa menggambarkan jiwa seseorang yang sangat sensitif, tapi mereka bisa sangat mudah merasa lelah karena tidak memiliki energi serta daya dorong. Untuk itulah orang yang memiliki tangan tipis sangat cocok ditempat yang sunyi merenung dan menghimpun tenaga dari tempat sepi ini.

Tangan Persegi menunjukkan bahwa dalam melakukan apapun harus tegas dan ada penekanan. Dalam sebuah diskusi orang dengan tepapak tagan seperti ini pasti akan mengutamakan penekanan atau melihat garis bawah. Menghadapi orang yang memiliki tangan persegi harus tegas, sebelum dia melakukan hal itu kepada anda.

Tangan Bundar menunjukkan bahwa dirinya cukup hangat, menarik, riang dan dalam melakukan segala sesuatu cenderung selalu optimis. Biasanya mereka memiliki banyak teman karena mudah bergaul.

Tangan lancip memiliki sikap kepeloporan. Orang yang memiliki tangan lancip selalu tidak puas dengan apa yang ada sehingga hidupnya dihabiskan untuk melakukan petualangan. Biasanya kepuasan menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Tangan Pendek memiliki sifat yang mampu menyesuaikan dirinya. Sehingga dalam kondisi krisis orang semacam ini sangat mampu menjadi tipe seorang penolong, kemampuanya dalam menyesuaikan diri hingga membuat ia dapat mengambil keputusan dengan cepat.

Tangan Keras, biasanya memiliki kekuatan fisik dan kekuatannya mampu menahan stres yang begitu tinggi. Sehingga mereka sangat mampu bekerja dibawah tekanan yang tinggi dan cocok bila menduduki tampuk kepemimpinan.

Tangan Lunak sangat sesuai dengan kepribadiannya yang ramah tamah sehingga orang yang berada di dekatnya selalu simpatik terhadapnya. Tapi ada kelemahan dari orang yang memiliki tangan lunak yaitu tidak pernah bisa mengatakan tidak. Cobalah belajar untuk mengatakan tidak kepada orang lain agar tidak menjadi beban.

Tangan Halus menunjukkan sensitifitas, kekuatan yang di milikinya adalah pada sentuhan emosional dan mental dengan mengasah kemampuan ini akan mampu melumpuhkan lawan, tangannya yang halus akan sangat menyukai pada sentuhan kemewahan, senang membaca novel dan hal-hal yang berbau romantis dan ke-glamouran.

Tangan Sedang mampu menunjukkan kegigihan, memiliki hubungan sosial yang baik sehingga memiliki banyak teman. Hal ini membuat dirinya memiliki sifat yang terbuka dan fleksibel.

Tangan Kasar mampu menunjukkan bahwa dirinya memiliki ketahanan fisik yang tinggi. Untuk menyalurkan energi yang dimilikinya, dibutuhkan sebuah kegiatan fisik yang menantang dirinya.

Tangan Merah Muda menggambarkan pada kebahagiaan yang dirasakan oleh si pemiliknya. Jika berwarna merah muda maka bisa dipastikan orang ini adalah orang yang energik mempunyai semangat tinggi.

Tangan Pucat bisa menunjukkan keadaan tubuh yang kurang fit, atau bisa juga menggambarkan orang yang memiliki tipe ini cenderung mudah lelah saat melakukan sesuatu.

Tangan Bercak, biasanya menunjukkan dirinya memiliki sifat tertutup sehingga banyak hal yang harus dipendam dalam hatinya. Apabila anda ingin mengetahui apa isi hatinya, memang tidak mudah karena ia membutuhkan waktu yang panjang untuk berpikir tentang apa yang akan diutarakannya. Biasanya orang yang memiliki tangan banyak bercak lebih cenderung senang bermimpi lho.

Thursday, April 8, 2010

UNTITLED (3)

Dia mempunyai postur tubuh yang sama seperti lelaki yang aku temui dimimpiku. Memakai baju abu- abu. Jam tangan ditangan kiri. Dan kacamata bingkai abu- abu. Sebenarnya siapa dia?! Mengapa dia mirip sekali seperti laki- laki dimimpiku, walaupun aku belum terlalu jelas melihat wajahnya.
Sepertinya dia sadar aku memperhatikannya. Dia menoleh dan mulai berjalan kearahku. Ahh.. Perasaan ini, hawa ini sama seperti hawa dimimpiku. Dan seperti kronologis dimimpiku. Ia berhenti disampingku. Yang berbeda adalah dia membuka mulutnya dan mengucapkan “hai”. Aku menatapnya. Dia juga menatapku. Jelas sekali aku melihat wajahnya. Matanya seperti masuk dan mengalahkan egoku untuk tetap menjadi gadis dingin. “Mhadizqa” ucapnya dengan senyum dan lagi- lagi aku melihat lesung pipi seperti dimimpiku. Aku kaget. Mengapa dia bisa tahu namaku? Padahal bertemu saja baru sekarang. Ya, selain dimimpiku. “Tau dari mana namaku?” tanyaku agak dingin. Lalu ia berbisik tepat ditelingaku “aku kan detective”. Dan ia pun berjalan santai meninggalkanku, meninggalkan perpustakaan. Arrgghhhh!!!!!! Dia mencuri kata- kataku. Kata- kata yang sering aku ucapkan pada teman- temanku.
Aku hanya berdiri termenung. Lelaki itu tahu namaku. Tahu kebiasaanku berkata seperti itu. Siapa laki- laki itu? Egoku menjadi seorang detective tertantang. Tertantang untuk menyelidiki siapa dia. Dan membuat satu sama. Bukan satu kosong seperti ini. Mood ku mencari buku tentang palmistry berkurang. Aku kembali ke meja tanpa satu buku pun. Otakku terus berfikir tetang laki- laki itu. Siapa? Siapa? Dan siapa?


SKIP>>>>>>>>>>


Malam ini, aku tidak memimpikan laki-laki itu lagi. Tak tau mengapa rasanya sangat tertarik dan penasaran dengan lelaki itu. Arrrgh! Lagi- lagi pertanyaan yang timbul adalah, SIAPA DIA? Kurasa aku tak pernah melihat dia sebelumnya dikampus. Huh.

Pelajaran dimulai. Huaaahh…. Begitu membosankan karena dosennya yang kaku. Maklum sudah tua. Aku menatap sekelilingku. Semua sedang asik sendiri. Ada yang ngobrol, pakai headset, main game di PSPnya, sms-an, dan lain- lain. Mungkin dari tadi hanya aku yang memperhatikan dosen itu walau dengan terkantuk. Ahh! Tapi ada satu murid lagi yang sepertinya memperhatkan. Dia Queena. Cewe popular dikampusku. Cantik, pintar, kaya, ramah, dll. Mungkin banyak yang bilang dia perfect. Tapi ntah mengapa aku agak kurang suka dengannya. Tidak mengerti alasanku.
Queena terlihat cantik dan fresh setiap hari. Ia sepertinya tak pernah terlihat sedih. Selalu ceria dan tersenyum pada semua orang. Tak heran semua cowok yang melihatnya langsung melempar senyum. Ahhh. Queena memang jago membuat cewek sekampus cemburu. Tapi TIDAK untukku. Ya, karena aku tidak peduli dengannya. Benar- benar hambar. Tak sedikitpun aku mengamatinya atau menyelidikinya. Lagi- lagi aku tak tau alasanku mengapa.
10 detik aku melihat Queena, dia menengok kearahku dan melemparkan senyum manisnya. Terpaksa aku balas. Lalu aku buang muka dan melanjutkan memperhatikan dosen yang dari tadi cuap- cuap didepan.

Pelajaran selesai. Dan seperti biasa, kakiku berjalan dengan sendirinya menuju perpus. Hmm.. Tak tau apa tujuanku. Udah gak mood belajar palmistry. Aku justru teringat lelaki yang kemarin! Arrgh!

Tak lama kemudian, dari kaca perpus, aku melihat Queena berjalan melewatiku. Disebelahnya! Lihat disebelahnya! Seorang cowok lumayan tampan dengan kacamata bingkai abu- abu, sweater hitam dan...
ARRGGHH.. !!
Dia lagi!

UNTITLED (2)

Plajaran selesai. Jam pulang. Seperti biasa. Aku tidak pernah absen mengunjungi lorong sepi di ujung belakang kampus dan perpustakaan. Tempat favoriteku. Dan seperti biasa juga. Aku berjalan sendiri. Mungkin bisa dibilang aku tidak punya teman. Hmmm. Bukan tidak punya. Tapi aku lebih senang sendirian. Mungkin karena aku selalu tau apa yang mereka lakukan, mereka mau, mereka maksud, dan sebagainya. Karena aku, walaupun aku sendiri, aku mengamati mereka dari sepi. Menelaah sifat satu per satu. Mencari tau tentang apapun. Walau hanya dari kejauhan dan sepi.
Bisa dibilang aku cuek. Cuek karena aku sudah tahu semuanya. Semua yang mereka pikirkan. Kalau ada yang bilang aku cuek, justru 180 derajat dari itu. Aku sangat- sangat perhatian. Sampai- sampai menyelidiki semua orang yang kenal denganku. Ya. Aku keranjingan dunia intelligent. Dunia yang membuat aku seperti sekarang. Selalu mengetahui apa yang orang lain kira aku tidak tahu. Dan ketika mereka bertanya “Koq tau sih???”. Dengan dinginnya akan ku jawab “aku kan detective” disertai senyum sinis. Hahaha. I love my world!
Kembali pada perpustakaan. Aku membuka pintunya dan masuk. Memberikan senyuman pada Mba Vin. Penjaga perpus yang sudah lama aku kenal. Keadaan perpus sepi. Hanya ada dua orang yang sedang duduk membaca. Dan kurang dari empat orang yang sedang sibuk memilih buku. Hmm. Perpus bagiku itu basecamp. Aku bisa melakukan apapun yang aku suka disini. Mengintai orang melalui laptopku. Membaca sampai mataku pusing. Mengerjakan PR. Bahkan pernah aku numpang tidur disini. Hehehe. Tenang saja. Mba Vin sudah akrab denganku. Jadi tak ada halangan untuk melakukan apapun di perpusku tercinta ini.
Aku menaruh tas dan laptopku di meja. Dan beranjak berburu buku tentang palmistry. Ilmu yang mempelajari tentang membaca garis tangan. Entah kenapa dibenakku terlintas materi itu. Bukan bermaksud ingin menjadi dukun, peramal atau sebangsanya. Hanya ingin tahu saja. Mataku berputar putar di salah satu rak buku. Sepi. Dilorong rak buku ini sepi. Seperti hanya aku saja. Dan suasananya seperti yang terjadi dimimpiku. Sepi dan sendiri. Mataku menelaah setiap buku dirak itu. Membaca satu per satu judul buku.
Ada derap kaki berjalan kearah lorong rak buku dimana aku berada. Dan ternyata benar. Seorang lelaki yang sepertinya seumuran denganku berjalan dan berhenti di ujung rak buku. Tak dapat kulihat jelas. Aku menoleh hanya untuk satudetik dan kembali melanjutkan mencari buku tentang palmistry. Tapi di detik ke tiga aku mencari, wajahku kembali menoleh dan terperanjat melihat lelaki itu.

Wednesday, April 7, 2010

UNTITLED

lagi iseng-iseng buka laptop,nemuin cerpen yg dulu saya tulis.
tersimpan rapih di folder rahasia wkwkwk
tapi masih belum ada judul dan masih bersambung.
hihi :p

***

Hujan yang lumayan deras turun. Aku berjalan memegang erat payung hitam. Tak tau mau kemana. Hanya mengikuti arah hati. Beberapa saat. Aku berhenti disebuah jembatan. Jembatan yang tak ku kenal pasti. Samar. Hujan masih menemani. Sendiri. Aku disana hanya sendiri. Entah kemana khalayak ramai. Mungkin takut terkena derasnya hujan kala itu. Aku berdiri di jembatan itu. Menghadap kearah sungai yang arusnya menjadi deras karena hujan.
Tak tau mengapa tiba- tiba air mata menetes dari mata sayu ini. Aneh. Mungkin mata ini sudah tak tahan dengan semua masalah dihidupku. Semakin deras. Bukan hanya hujan yang semakin deras. Tapi air mataku juga. Sendu ini, tak bisa kugambarkan. Dilema. Masalah hati, keluarga, sekolah, dan semua menjadi satu. Mendobrak egoku untuk tetap menjadi perempuan yang kuat dan dingin.
Tiba- tiba saja. Lelaki paruh baya, yang sepertinya seumuran denganku berjalan kearahku. Hanya ada kita berdua ditempat itu. Ia mendekatiku. Sempat tak perduli dengannyauntuk beberapa detik. Sampai akhirnya ia berhenti dan berdiri disampingku. Sengaja aku lap air mata yang ada dipipiku. Lagi- lagi egoku datang. Tidak mau dilihat lemah dihadapan orang, apalagi lelaki.
Lelaki yang seumuran denganku. Memakai sweater abu- abu. Kacamata berbingkai abu- abu. Celana jeans. Sendal standar untuk anak muda. Jam tangan di tangan kiri. Dan payung abu- abu ditangan kanan. Bisa kusimpulkan bahwa lelaki ini menyukai warna abu- abu. Wajah manis. Kulit tidak hitam juga tidak putih. Hidung lumayan mancung. Rambut standar. Bibir merah. Merah yang agak tak wajar untuk seorang anak laki- laki. Bukan terlihat seperti memakai lipstick. Tapi terlihat seperti bibir bayi.
Aku menoleh. Menelaah dia. Melihatnya dengan seksama. Tetapi dia diam saja. Pandangannya lurus. Mulutnyapun seakan terkunci. Hanya diam. Kita berdua disana diam. Dan saat aku mulai terjerembab untuk memperhatikannya. Ia menoleh kearahku dan memberi senyum simpul untukku. Lesung pipinya indah. Zzzzz. Tiba- tiba saja buram. Seperti ada kabut yang datang untuk menggangguku. Arrrgghhhh……
Kriing…kring…kriing… suara jam bekerku. Tepat pada jam 05.00. Ya. Ternyata mimpi. Mimpi yang aneh. Wajah lelaki itu masih terbayang. Juga senyum simpul dengan lesung pipi yang menutup pertemuan kami. Tak tau apa maksud dari mimpi itu.