Another Source

a

Pages

Thursday, December 27, 2012

Resume Seminar International : Building Indonesian Characters trough the Development of Early, Elementary, and Secondary Education

Sekitar bulan November kemarin saya ikut seminar internasional yang diadakan universitas saya. Salah satu dosen bilang kalau kita harus buat resume seminar tersebut. Ternyata setelah selesai seminar, dosennya gak minta kita ngumpulin hasil resume kita. Nah, karena saya udah buat setengah (baru dua dari tiga pembicara) saya mau share disini aja, siapa tau bermanfaat :)

Pembicara pertama : Dr. Norsiah
Judul : Brain Waves, Brain Plasticity, Character Building

            Otak merupakan pusat dari tubuh manusia. Gelombang otak nantinya akan berpengaruh pada perkembangan karakter seseorang. Semua perbuatan akan berkaitan dengan gelombang otaknya. Gelombang otak berpengaruh sejak kecil bahkan sejak di dalam kandungan. Maka pada ibu hamil, penting sekali untuk mendidik anak ari gelombang otaknya. Orangtua harus membentuk perilaku anak sedari mengandung dengan cara membuat anaknya mempunyai gelombang otak yang baik agar perilakunya pun baik. Misalnya saja bagi ummat muslim, ibu hamil bisa dibiasakan mendengarkan Al-Qur’an, sehingga akan menjadi tenang. Saat ibu hamil mendengarkan Al-Qur’an, bayi diperutnya akan bersujud. Bukan hanya bayi dalam kandungan, saat kita  Bisa juga dengan cara mendengarkan musik klasik yang dipercaya akan mengaktifkan aspek kognitif anak. Ibu hamil juga harus mendapat asupan nutrisi yang baik untuk perkembangan neuron anaknya karena gelombang otak pun bisa dipengaruhi oleh asupan gizi yang kita makan.
            Ada gelombang otak yang biasanya mendominasi pada rentang usia tertentu. Misalnya pada anak kecil, gelombang yang mendominasi itu delta, tetha, alpha dimana pada kasus anak kecil yang lebih sering tidur, hal ini karena gelombang delta yang mendominasi. Pada usia 3-6 tahun anak-anak mempunyai koneksi yang kurang. Maka dari itu hal yang penting bagi guru adalah membangun koneksi elektrik emosi dengan anak sehingga guru bisa mengontrol sosio emosionalnya. Guru juga haru sbisa memberi reward untuk anak, baik dari guru maupun reward dari teman-temannya. Anak-anak membutuhkan suasana yang tenang dan menyenangkan agar mereka tertarik untuk belajar. Ada bagian tengah dari otak kita yaitu Basil Gandelia. Disinilah pusat dari semua kerja otak. Dalam hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dr. Norsiah, ditemukan anak-anak yang pintar secara akademik namun mereka tidak dapat bersosialisai dengan temannya. Ini artinya mereka belum bisa mengkomunikasikan yang ada pada dirinya. Saat siswa berkonsentrasi, gelombang otaknya terlihat bergerak, sedangkan jika tidak berkonsentrasi terlihat berhenti bergerak. Anak-anak membutuhkan latihan konsentrasi agar konsentrasinya bisa fokus. Jika ditemukan otak yang kurang dari 50 cm, itu artinya orang tersebut mengalami gangguan. Karena bentuk otaknya terganggu, otomatis gelombang yang dihasilkan juga mengalami perubahan.
            Dalam tak kita terdapat pula jembatan yang menghubungkan otak kanan dan tak kiri yang dinamakan Corpus Callotum. Jembatan ini akan berkembang dengan baik pada usia 3-6 tahun. Maka pada periode usia ini merupakan periode yang baik untuk mengajari anak bahasa kedua. Saat usia 6 tahun, anak akan mengembangkan kemampuan-kemampuan teknis yang berhubungan dengan fisik. Sedangkan pada usia 12 tahun keatas otak sudah mulai terbentuk sehingga agak susah untuk mengarahkan otak kita. Otak sangat berkaitan dengan perilaku juga belajar. Perkembangan otak dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya pusat psikologi mencakup mempertahankan hidup. Yang kedua ada pusat emosional yang encakup sex, agresifitas, dll. Lalu ada pula pusat kognitif. Gelombang beta berperan penting dalam hal memfokuskan perhatian, menganalisis, dan berfikir. Pada rentang usia anak sebelum sekolah anak biasanya diberika pendidikan teknis untuk mengembangkan kinestetiknya seperti aerobic, musik, dll. Sedangkan pada rentang usia 13-18 tahun anak akan menyenangi perilaku yang menantang dan mempunyai resiko. Misalnya suka balapan, naik gunung, dll. Pada usia 20 tahun keatas, individu akan berhenti berimajinasi dan lebih fokus terhadap hal-hal yang rasional. Perkembangan pada perempuan juga dinilai lebih cepat dibanding dengan laki-laki. Sehingga perempuan dinilai lebih matang dalam mengambil keputusan.
            Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagi guru dalam mengimplementasikan penbentukan karakter pada anak. Yang pertama, kita harus mendidik sesuai dengan kita apa adanya. Kedua, buatlah banyak peristiwa yang berkaitan dengan belajar. Ketiga, bawalah anak keluar kelas sehingga anak lebih terbuka pada dunia luar. Ke empat, buatlah budaya yang baik dan sesuai dengan norma yang ada. Kita juga bisa mendesain kurikulum yang sesuai dengan perkembangan neuron anak.



Pembicara Kedua : Dr. Zaharah Hussin
Judul : Character Education From Different Perspectve of Researches

            Pembinaan karakter merupakan suatu keperluan dari kecil agar menjadi individu yang baik dan menjadi manusia yang bermakna. Banyak isu yang ada dalam masa kini, diantaranya kekerasan pada anak, buruh anak-anak, pergaulan bebas, anak muda yang senang balapan, pembuangan bayi, bahkan pendidikan diluar etika. Hal ini sangat miris karena berarti manusia sudah bertindak tidak seperti manusia, misalnya pembuangan bayi, bahkan binatang pun akan menyayangi anaknya sendiri. Di Indonesia, sudah ada pendidikan karakter yang terintergrasi pada mata pelajaran PKn. Pendidikan moral atau pendidikan karakter ini sudah diterapkan diberbagai negara walaupun dengan nama yang berbeda, misalnya di Singapura terkenal dengan nama CME (Civic and Moral Education), di Australia ada CCE (Character and Citizenship Education). Nilai moral yang biasa diajarkan diantaranya kebaikan, cinta, kasih sayang, kebebasan, keadilan, kejujuran, patriotisme, saling menghargai, kedisiplinan, dll. Semua pihak harus terlibat dalam membina jati diri siswa baik itu sekolah, keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar. Karakter termasuk juga kelakuan atau akhlak diantaranya kapasitas intelektual yang mencakup berfikir kritis, alasan moral. Adapula perilaku yang mencakup kejujuran, tanggung jawab, dll. 


Pembicara Ketiga : Abdul Rahman Reijerink
Judul : Collaboration, The Means for Delivering Better Teaching and Achieving Stronger Learning Outcomes

Materi menyusul ya :) hehe

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...