Another Source

a

Pages

Thursday, April 8, 2010

UNTITLED (3)

Dia mempunyai postur tubuh yang sama seperti lelaki yang aku temui dimimpiku. Memakai baju abu- abu. Jam tangan ditangan kiri. Dan kacamata bingkai abu- abu. Sebenarnya siapa dia?! Mengapa dia mirip sekali seperti laki- laki dimimpiku, walaupun aku belum terlalu jelas melihat wajahnya.
Sepertinya dia sadar aku memperhatikannya. Dia menoleh dan mulai berjalan kearahku. Ahh.. Perasaan ini, hawa ini sama seperti hawa dimimpiku. Dan seperti kronologis dimimpiku. Ia berhenti disampingku. Yang berbeda adalah dia membuka mulutnya dan mengucapkan “hai”. Aku menatapnya. Dia juga menatapku. Jelas sekali aku melihat wajahnya. Matanya seperti masuk dan mengalahkan egoku untuk tetap menjadi gadis dingin. “Mhadizqa” ucapnya dengan senyum dan lagi- lagi aku melihat lesung pipi seperti dimimpiku. Aku kaget. Mengapa dia bisa tahu namaku? Padahal bertemu saja baru sekarang. Ya, selain dimimpiku. “Tau dari mana namaku?” tanyaku agak dingin. Lalu ia berbisik tepat ditelingaku “aku kan detective”. Dan ia pun berjalan santai meninggalkanku, meninggalkan perpustakaan. Arrgghhhh!!!!!! Dia mencuri kata- kataku. Kata- kata yang sering aku ucapkan pada teman- temanku.
Aku hanya berdiri termenung. Lelaki itu tahu namaku. Tahu kebiasaanku berkata seperti itu. Siapa laki- laki itu? Egoku menjadi seorang detective tertantang. Tertantang untuk menyelidiki siapa dia. Dan membuat satu sama. Bukan satu kosong seperti ini. Mood ku mencari buku tentang palmistry berkurang. Aku kembali ke meja tanpa satu buku pun. Otakku terus berfikir tetang laki- laki itu. Siapa? Siapa? Dan siapa?


SKIP>>>>>>>>>>


Malam ini, aku tidak memimpikan laki-laki itu lagi. Tak tau mengapa rasanya sangat tertarik dan penasaran dengan lelaki itu. Arrrgh! Lagi- lagi pertanyaan yang timbul adalah, SIAPA DIA? Kurasa aku tak pernah melihat dia sebelumnya dikampus. Huh.

Pelajaran dimulai. Huaaahh…. Begitu membosankan karena dosennya yang kaku. Maklum sudah tua. Aku menatap sekelilingku. Semua sedang asik sendiri. Ada yang ngobrol, pakai headset, main game di PSPnya, sms-an, dan lain- lain. Mungkin dari tadi hanya aku yang memperhatikan dosen itu walau dengan terkantuk. Ahh! Tapi ada satu murid lagi yang sepertinya memperhatkan. Dia Queena. Cewe popular dikampusku. Cantik, pintar, kaya, ramah, dll. Mungkin banyak yang bilang dia perfect. Tapi ntah mengapa aku agak kurang suka dengannya. Tidak mengerti alasanku.
Queena terlihat cantik dan fresh setiap hari. Ia sepertinya tak pernah terlihat sedih. Selalu ceria dan tersenyum pada semua orang. Tak heran semua cowok yang melihatnya langsung melempar senyum. Ahhh. Queena memang jago membuat cewek sekampus cemburu. Tapi TIDAK untukku. Ya, karena aku tidak peduli dengannya. Benar- benar hambar. Tak sedikitpun aku mengamatinya atau menyelidikinya. Lagi- lagi aku tak tau alasanku mengapa.
10 detik aku melihat Queena, dia menengok kearahku dan melemparkan senyum manisnya. Terpaksa aku balas. Lalu aku buang muka dan melanjutkan memperhatikan dosen yang dari tadi cuap- cuap didepan.

Pelajaran selesai. Dan seperti biasa, kakiku berjalan dengan sendirinya menuju perpus. Hmm.. Tak tau apa tujuanku. Udah gak mood belajar palmistry. Aku justru teringat lelaki yang kemarin! Arrgh!

Tak lama kemudian, dari kaca perpus, aku melihat Queena berjalan melewatiku. Disebelahnya! Lihat disebelahnya! Seorang cowok lumayan tampan dengan kacamata bingkai abu- abu, sweater hitam dan...
ARRGGHH.. !!
Dia lagi!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...