Another Source

a

Pages

Monday, July 22, 2013

Resume Seminar Nasional Lingkungan Hidup : Meningkatkan Kesadaran dan Penghargaan Kepada Alam Sekitar


Pemateri          : Ir. Rika Rachmantika, M.Pd

Tahukah kalian? Hari Bumi jatuh pada tanggal 22 April yang diprakarsai oleh Senator G. Nelson.

Pada tahun 2006, terdapat penelitian yang mengemukakan bahwa setiap detik, banyak sekali kerusakan-kerusakan yang terjadi pada bumi ini. 390.000 m³ CO2 diemisikan ke udara, 2.300 m² lahan produktif menghilang, 60 ton sampah dibuang, dll. Keadaan ini menjadi hal yang sangat miris karena sebenarnya tumbuhan mempunyai banyak fungsi untuk mencegah kerusakan tersebut. Hanya saja keberadaan tumbuhan pun akhir-akhir ini makin berkurang.

Kerusakan lingkungan terjadi karena alam sekitar yang tidak dirawat dan bahkan cenderung diabaikan. Kerusakan lingkungan merupakan adanya perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan atau hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup (lahan, hutan maupun air) tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan. Misalnya pada air, terjadi kerusakan air dimana terjadi penurunan mutu air sehingga air tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Terdapat pula pencemaran air yaitu masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air  turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan sebagaimana mestinya.

Harus adanya kesadaran dari diri kita, masyarakat, dan semua lapisan masyarakat untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang terjadi. Penyebab terjadinya kerusakan tersebut salah satunya karena meningkatnya penduduk di Indonesia. Hal ini menyebabkan tingginya kebutuhan perumahan, kebutuhan transportasi, dan kebutuhan air. Kebutuhan perumahan akan memaksa lahan produktif dijadikan perumahan, sehingga tidak ada lagi lahan untuk ditanami. Transportasi yang semakin banyak mengakibatkan banyaknya CO2 yang dihasilkan dan meningkatnya polusi udara. Kenaikan populasi akan sebanding dengan menaiknya air yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Sedangkan air yang tersedia sudah banyak yang tercemar oleh asam akibat hujan asam.

Tercatat beberapa kerusakan lingkungan yang terjadi di Jawa Barat, diantaranya longsor di Cimalaka Kabupaten Sumedang, Penggalian batu di Kabupaten Purwakarta, kerusakan mangrove di Kabupaten Subang, penggalian pasir di kabupaten karawang, banyak fauna yang terancam punah (kancil, elang jawa, macan tutul, dll), dan penurunan keanekaragaman hayati.

Kerusakan lahan dibagi menjadi dua jenis, yaitu kerusakan lahan secara kualitas yang disebabkan karena pencemaran. Misalnya penggunaan pestisida yang berlebihan, hujan asam, dll. Lalu ada kerusakan lahan secara kuantitas yang disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan, misalnya sawah-sawah yang berubah menjadi perumahan, tanah pertanian yang berubah menjadi kawasan industri, dl. Kerusahan hutan disebabkan oleh pembalakan hutan (penebangan liar), kebakaran hutan, dan pertambangan. Kerusakan air banyak disebabkan oleh penggunaan pestisida, timbunan sampah, industri yang masuk kedalam tananh dan mencemari lapisan kedap air.

Kerusakan-kerusakan yang terjadi akan menimbulkan dampak bagi kehidupan manusia. Kerusakan lahan dan hutan mengakibatkan terjadinya rawan pangan (kekurangan pangan), bencana alam, konflik sosial, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Kerusakan air mengakibatkan terganggunya siklus hidrologi yang mengaakibatkan suplai air berkurang, dan penurunan kualitas air sungai.

Kita bisa melakukan pengendalian agar dampak yang terjadi dapat diminimalisir. 
  1. Pengendalian secara fisik, yaitu mengendalikan kondisi fisik suatu lingkungan. Misalnya dengan cara rehabilitasi hutan, dan reboisasi hutan.
  2. Pengendalian melalui aspek pengetaran tata ruang, dengan cara membuat suatu rencana tata ruang yang mengatur agar kerusakan dapat dicegah.
  3. Pengendalian melalui aspek sosial budaya dengan cara menanamkan aspek budaya lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan.
  4. Pengendalian partisipatif, yaitu keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam mengelola lingkungan. Semua lapisan masyarakat harus berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.
  5. Pengendalian edukatif, yaitu mendidik masyarakat untuk mempunyai sikap cinta dan melestarikan alam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...