Another Source

a

Pages

Saturday, October 5, 2013

Supermarket Calon Suami

Kemarin sempat ngobrol dengan Gita, dan entah kenapa nyambung ke masalah nikah. Saya jadi inget cerita tentang Supermarket Calon Suami yang pernah saya denger dari seseorang. Ceritanya...

Di suatu daerah berdirilah Supermarket Calon Suami. Di supermarket ini dijual calon suami untuk para perempuan yang masuk. Supermarket ini terdiri dari beberapa lantai. Setiap wanita yang masuk bisa memilih calon suami sesukanya. Semakin tinggi lantainya, semakin bagus juga kualitas calon suaminya. Namun ada aturan yang harus dipenuhi. Jika wanita sudah naik ke lantai yang lebih tinggi, pilihannya cuma dua, yaitu wanita itu memilih calon suami yang ada di lantai itu, atau pulang tanpa calon suami. Intinya, para wanita tidak bisa turun lagi memilih calon suami di lantai sebelumnya.

Suatu hari, ada seorang wanita yang masuk ke supermarket tersebut. Dia berencana untuk membeli calon suami. Di lantai satu, di papan keterangan tertulis "Semua calon suami yang ada di lantai ini punya pekerjaan dan mapan". Si wanita itu tertarik dan mulai melihat-lihat sebentar. Kemudian ia berpikir "ah, mungkin saja di lantai atas kualitasnya lebih baik".

Akhirnya dia naik ke lantai 2. Di papan keterangan tertulis "Semua calon sumi yang ada di lantai ini punya pekerjaan, mapan, dan tampan".
"Wah! Sudah punya pekerjaan, tampan lagi!" kata si wanita dalam hati. Ia merasa beruntung karena naik ke lantai dua. Tapi kemudian ia berpikir lagi, "pasti di lantai atas calon suaminya akan lebih baik lagi".

Alhasil si wanita naik lagi ke lantai tiga. Di lantai tersebut tertulis "Semua calon suami yang ada di lantai ini punya pekerjaan, mapan, tampan, dan romantis".
"Wooow!! enak banget nih! suaminya perfect!" kata si wanita. Ia mulai berpikir lagi "ah, coba ke lantai atas ah, pasti lebih perfect lagi suaminya".

Ia naik lagi ke lantai empat. Disana tertulis "Semua calon suami yang ada di lantai ini punya pekerjaan, mapan, tampan, romantis, dan sholeh".
"Waaaaw!!!! perfect banget! untung aku naik ke lantai ini" kata si wanita. Ia mulai melihat-lihat calon suami yang ada di lantai itu. Tapi ia berhenti dan berpikir lagi "Disini udah perfect sih, tapi coba ke lantai atas lagi ah, pasti bakal lebih perfect".

Si wanita naik ke lantai lima. Namun disana tidak ada satu pun calon suami yang dipajang. Ia menemukan papan keterangan, disana tertulis "Selamat datang di lantai enam. Anda adalah pengunjung ke 100.537.758 di lantai ini. Di lantai ini tidak ada calon suami. Ini membuktikan bahwa wanita memang selalu tidak puas dengan apa yang mereka punya. Terimakasih telah mengunjungi Supermarket kami".

Akhirnya si wanita tidak mendapatkan calon suami, dan ia turun ke lantai bawah untuk pulang.

Sekian.

Dari cerita diatas, kita bisa mengambil moral value nya, bahwa kita harusnya bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang. Setiap orang memiliki kekurangan, namun mereka dilengkapi dengan kelebihannya masing-masing. Pepatah lama bilang "gak ada orang yang sempurna". Saya setuju dengan pepatah itu, gak ada orang yang sempurna, yang ada hanyalah kita yang selalu tidak pernah puas dengan apa yang ada.

5 comments:

  1. Seperti ceritanya imam syafii yang jalan di taman buat memetik bunga. :D
    *asumsikan calon suami sebagai bunga

    ReplyDelete
    Replies
    1. hoo.. emang gimana ceritanya bang? belum pernah denger hehe

      Delete
    2. http://galaunizme.blogspot.com/2012/11/teori-cinta-sejati-aristoteles.html di sana bilangnya Aristoteles, tapi aku ingatnya Imam Syafii hehe

      Delete
    3. arigatou bang satya :D
      iya ceritanya mirip. tapi yang itu tentang cinta sejati yaaa. #eaaaaa

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...