Another Source

a

Pages

Saturday, May 18, 2013

Peniru Ulung Itu Bernama Anak

Halo semua, maaf banget udah lama gak nulis dan terkesan nyuekin tabula rasa. Alasan klasik lah ya kalau saya bilang sibuk. Memang seharusnya saya bisa nyempetin nulis. Cuma masalahnya adalah, disaat ada ide, gak ada waktu nulis. Sebaliknya, disaat ada waktu nulis, idenya hilang lagi 
Kali ini saya mau ngebahas masalah anak-anak lagi nih. Iya, si peniru ulung itu adalah anak.

Anak-anak adalah peniru yang hebat. Terlebih lagi anak-anak yang berada dalam rentang usia TK dan SD. Mereka memang sedang dalam tahap pemodelan dimana akan selalu menirukan sesuatu yang mereka lihat. Baik itu sesuatu yang mereka lihat secara tidak langsung (lewat media TV) atau sesuatu yang mereka lihat secara langsung.

Anak-anak biasanya akan selalu meniru orang tuanya. Maka lahirlah peribahasa “buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Karena memang setiap anak akan meniru perbuatan orangtuanya terlebih dahulu. Jika dari kecil anak sudah melihat ayahnya merokok, jangan heran jika ketika anak sudah besar akan menjadi perokok seperti ayahnya. Mereka pun akan berkata “ayah saya juga perokok ko”.

Kasus lainnya, akan ada juga anak yang cinta kebersihan karena orangtuanya selalu membiasakan hidup bersih sejak kecil. “Ibu aku selalu sikat gigi sebelum tidur, jadi aku juga begitu” ucapnya.

Tidak hanya meniru dari orangtua. Siapa saja yang mereka lihat akan mereka tiru. Banyak anak yang ketika ditanya cita-citanya, mereka menjawab ingin jadi pembalap karena sebelumnya mereka baru menonton MOTOGP di TV. Atau anak yang bercita-cita menjadi tentara karena melihat kartun tentang peperangan. 

Lingkungan akan menjadi hal yang sangat berpengaruh, maka tugas kita adalah menciptakan lingkungan yang baik untuk ditiru anak.

Anak pun akan meniru teman sebayanya. Maka dalam pembelajaran guru bisa sesekali menggunakan teman sebaya sebai pemodelan. Anak SD biasanya akan selalu ingin seperti yang dicontohkan gurunya. Misal jika sang guru berkata bahwa Si A itu sehat karena rajin makan bayam. Otomatis si B yang notabenenya teman sebaya si A akan tidak mau kalah dan akan makan bayam juga. Anak-anak biasanya punya keinginan untuk mencoba semua hal yang mereka lihat. Diperlukan guru yang bisa menciptakan suasana pemodelan dengan baik agar siswa pun meniru hal baik tersebut.

2 comments:

  1. tapi sayang sekarang televisi tayangannya hanya mengejar rating dan mengesampingkn edukasi, syukurlah yang masih punya tv berbayar!

    ReplyDelete
  2. nah itu! beda banget sama jaman kita dulu yang masih banyak tontonan anak-anaknya.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...